Bola Volly

Gresik – Tim bola voli putri Gresik Petrokimia akhirnya tumbang 1-3 oleh tim Jakarta TNI AU di ajang kompetisi Pro Liga yang digelar di GOR Tri Dharma Gresik, Jumat (26/02/2011).

Bermain di kandang sendiri dengan dukungan puluhan ultrasmania tidak menjamin tim Gresik Petrokimia yang dibesut pelatih berpengalaman M.Hanafiah menekuk tim tamu Jakarta TNI AU.

Di set pertama kedua tim saling kejar-mengejar poin. Kekalahan Gresik Petrokimia sebetulnya sudah terasa saat tim asal kota pudak Gresik tertinggal 4-6 hingga 6-8. Kejar-mengejar poin terjadi hingga kedua tim menyamakan kedudukan 18-18. Namun, akibat Gresik Petrokimia sering melakukan kesalahan sendiri serta blocking yang mudah ditembus membuat set pertama Gresik Petrokimia 20-25.

Tidak ingin dibuat malu oleh tim tamu Jakarta TNI AU, memasuki set kedua Gresik Petrokimia berupaya bangkit dan sempat leading 6-3. Kejar-mengejar poin di set kedua terjadi lagi. Bahkan, saat kedudukan diatas poin 10. Kedua tim saling menyusul memperoleh poin. Di set kedua ini, Gresik Petrokimia menyudahi perlawanan Jakarta TNI AU dengan skor 25-19 sehingga kedudukan menjadi 1-1.

Di pertandingan set ketiga, Gresik Petrokimia belum merubah permainan. Sehingga, beberapa kali smash-smash keras yang dilakukan Jakarta TNI AU membuat tim asal kota Gresik ini pontang-panting kendati sempat terjadi rubber set. Di set ketiga ini Gresik Petrokimia kembali menelan kekalahan dengan skor 24-26 sehingga kedudukan menjadi 2-1 untuk Jakarta TNI AU.

Di pertandingan penentuan atau set keempat, pelatih Gresik Petrokimia M.Hanafiah berusaha memompa semangat anak didiknya. Bahkan di paruh pertandingan, tosser berpengalaman Lilin Lindawati ditarik keluar diganti Aprilia Maharani. Masuknya, tosser muda tidak menambah kekuatan Gresik Petrokimia. Sebaliknya kembali menelan kekalahan 23-25.

Menanggapi kekalahan ini, pelatih Gresik Petrokimia M.Hanafiah menuturkan, dirinya mengakui anak asuhnya lemah diĀ  blocking dan tidak adanya open spiker. “Anak-anak terbebani main di kandang sendiri,” ujarnya.

Sementara itu, pelatih Jakarta TNI AU Nelson M. Ndak mengatakan, dirinya tidak menyangka bisa mengalahkan Gresik Petrokimia di kandangnya. “Ini suatu kejutan bisa mengalahan tim besar Gresik Petrokimia terlebih lagi di kandang sendiri

Published in: on Maret 1, 2011 at 6:19 am  Tinggalkan sebuah Komentar  

Surabaya – Tim bola voli putra asal Jawa Timur (Jatim) Surabaya Samator digadang-gadang sebagai calon kuat juara Proliga musim 2011 ini. Bagaimana tidak, dari tiga pertandingan dalam dua seri terakhir, Samator selalu menang dengan skor sempurna, 3-0.

Pada seri pertama di Jakarta, Samator menang 3-0 atas Jakarta BNI 46. Skor yang sama juga terjadi di seri kedua, Gresik. Dua tim harus merasakan keperkasaan Samator, yakni Jogjakarta Yuso Gunadarma dan Jakarta Sananta.

Meski begitu manajer Samator, Hari Trisnardjo tidak mau jumawa. Menurutnya, kekuatan timnya belum full, sebab Samator belum mendapatkan pemain asing yang diidamkan. “Masih banyak yang harus kita evaluasi. Perjalanan kita masih panjang,” jelas Hari.

Memang, dalam tiga pertandingan itu, Samator belum menggunakan jatahnya untuk merekrut pemain asing. Ya, hingga saat ini, tim asuhan Li Qui Jiang baru mengandalkan punggawa lokal, seperti Ayip Rizal, Joni Sugiyatno, Affan Priyo Wicaksono, Didi Irwadi, Adam dan I Nyoman Rudi Tirtana.

Meski lokal, pemain-pemain ini adalah langganan Timnas Indonesia. Jadi jangan heran jika banyak tim menyebut Samator sebagai miniatur Timnas Indonesia. “Tapi kita masih mencari pemain asing untuk menggenapi kuota,” lanjut Hari.

Memang, dalam aturan Proliga 2011, setiap tim diwajibkan untuk merekrut pemain asing. Hal ini pula yang akan ditaati Samator. Terkait hal ini, lanjut Hari, pihaknya sudah berburu beberapa nama. Setelah gagal mendatangkan pemain Vietnam, Ngo Van Kieu, Samator beralih buruan ke Thailand.

“Tapi disana tidak bisa, karena ada wajib militer,” tambah Hari. “Sekarang kita sedang mencari pemain di Taiwan,” sambungnya. Menurut Hari, pemain ini tidak bisa langsung hadir di seri ketiga, Jogjakarta pekan depan. “Waktu dia jadi tuan rumah mungkin semua sudah lengkap,” tutup Hari.

Published in: on Maret 1, 2011 at 6:14 am  Tinggalkan sebuah Komentar  
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.